Author: Admin

11 Feb by Admin Tags: , , ,

Talak dalam keadaan marah

Seorang temanku dalam keadaan marah sekali berkata kepada istrinya: "Aku ceraikan engkau!" sebanyak tiga kali, sebab temanku ini curiga kepada istrinya ketika ditinggalnya pergi. Dan ketika itu juga ia berkata kepada istrinya: :"Jika engkau masih cinta kepadaku maka kembalilah kepadaku!" Sementara si istri yang juga temanku sudah terlanjur marah namun ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, apakah talak telah jatuh atas dirinya ataukah tidak. Mohon jawaban dan penjelasannya.
Alhamdulillah, tidaklah terhitung talak apabila dijatuhkan dalam keadaan yang sangat marah sehingga tidak dapat mengontrol pembicaraannya lagi dan diangggap seperti orang gila. Adapun jika ia sadar atas ucapannya maka terhitung sebagai talak. Jika ternyata talak yang dijatuhkan adalah talak tiga, maka si istri tidak halal rujuk kembali kepada suaminya hingga ia menikahi pria lain terlebih dahulu. Adapun jika ia ragu apakah ia telah mengucapkan kata-kata talak ataukah tidak, maka tidak terhitung sebagai talak. Sebab pada dasarnya si istri tetap dalam kuasa suaminya, tidak dapat diceraikan kecuali dengan keputusan yang yakin. Adapun perasaan masih saling cinta antara suami istri bukanlah alasan untuk rujuk setelah jatuh talak atasnya. Wallahu a'alam.
Islam Tanya & Jawab
Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid
Seorang temanku dalam keadaan marah sekali berkata kepada istrinya: "Aku ceraikan engkau!" sebanyak tiga kali, sebab temanku ini curiga kepada istrinya ketika ditinggalnya pergi. Dan ketika itu juga ia berkata kepada istrinya: :"Jika engkau masih cinta kepadaku maka kembalilah kepadaku!" Sementara si istri yang juga temanku sudah terlanjur marah namun ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, apakah talak telah jatuh atas dirinya ataukah tidak. Mohon jawaban dan penjelasannya.
14 Jan by Admin Tags: ,

Antara Ikhlas dan Ujub

  Kedudukan Ikhlas Ikhlas merupakan hakekat agama, intinya ibadah, kunci dakwahnya para Rosul, dan merupakan syarat diterimanya amal. Artinya: dan tidaklah mereka diperintah kecuali supaya mennyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan dalam beragama, yaitu agama yang lurus. (Q.S Al Bayyinah : 5 ) Artinya: Dzat yang menciptakan kematian dan kehidupan, supaya menguji kamu sekalian, siapakah  yang […]
20 Nov by Admin Tags: , , ,

Berlebihan dalam Beragama (bag.3-habis)

C. Hadits-hadits tentang celaan terhadap Khowarij Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Sesungguhnya dia (Dzul Khuwaisiroh) memiliki pengikut, dan salah seorang diantara kalian akan diremehkan sholat dia dibandingkan dengan sholat mereka, dan puasa dia dibandingkan dengan puasa mereka. Kemudian Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa salam melihat kepada Dzul Khuwaisiroh kemudian berkata: Sungguh akan muncul dari anak […]
19 Nov by Admin Tags: , , , ,

Berlebihan dalam Beragama (bag.2)

2. MAKNA RADIKALISME / Ghuluw ((الغُـلـُو Kata radikal, kekerasan dan kekakuan (الغلو) kembali kepada sebuah kalimat yang bermakna sesuatu yang berlebih-lebihan didalam melampaui batas dan ukuran. Sebagaimana yang dikatakan ibnu faris rahimahullah didalam kitabnya “Mu’jam maqayis Lughah” Sedangakan berlebih lebihan didalam agama yaitu dengan melakukan sesuatu yang melampaui batas dengan kekerasan dan kekakuan, sebagaimana disebutkan […]
18 Nov by Admin Tags: , ,

Berlebihan dalam Beragama (bag.1)

Oleh: Abu Kholil Mujahid (Markaz Darul Hadits Ma’arib Yaman) Kebenaran adalah sesuatu yang sangat berharga, sangat agung dan sangat mahal yang menjadikan seseorang berada di atasnya merasa tenang, tentram dan nyaman inilah kebahagian hidup, suatu nikmat yang sangat besar dan mahal bagi seluruh manusia ketika mampu menjadikan Islam sebagai ajaran hidupnya. Dialah Alloh ta’ala yang […]